Sukabumikita.id

Kategori: PEMERINTAHAN

  • Sinkronisasi Pembangunan Jabar: Pj Sekda Kota Sukabumi Hadiri Pertemuan Strategis di Subang

    Sinkronisasi Pembangunan Jabar: Pj Sekda Kota Sukabumi Hadiri Pertemuan Strategis di Subang

    SUKABUMIKITA.ID – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, M. Hasan Asari, menghadiri pertemuan strategis bersama Gubernur Jawa Barat terpilih, Kang Dedi Mulyadi, dan Sekda Provinsi Jabar, Herman Suryatman, di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Selasa (11/02/2025) malam. Acara ini menjadi forum penting dalam menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan visi kepala daerah yang baru terpilih.

    Salah satu pembahasan utama adalah sinkronisasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 agar selaras dengan kebijakan gubernur, bupati, dan wali kota terpilih. Hasan Asari menegaskan bahwa pemerintah daerah harus menyesuaikan anggaran secara bertahap hingga batas akhir Agustus 2025.

    “Fokus utama kita adalah pembangunan infrastruktur yang menghubungkan antarwilayah. Jika ada proyek kewenangan kabupaten atau kota dengan keterbatasan anggaran, provinsi bisa membantu. Sebaliknya, jika ada jalan provinsi di daerah yang memiliki kekuatan fiskal cukup, maka kabupaten atau kota bisa mengambil peran dalam pengerjaannya,” jelasnya, seperti dikutip dari halaman resmi Pemerintah Kota Sukabumi.

    Dalam pertemuan ini juga dibahas kebijakan efisiensi anggaran yang tidak mengurangi belanja publik yang bersifat esensial, serta dorongan bagi sekolah swasta agar tidak menahan ijazah siswa karena kendala biaya.

    Pemerintah juga berencana melakukan survei kebutuhan masyarakat secara berkala minimal dua kali dalam setahun, untuk memastikan kebijakan berbasis data yang lebih akurat. Selain itu, desa terbaik tingkat Provinsi Jawa Barat akan mendapat bantuan pembangunan senilai Rp5 miliar dalam bentuk fisik atau sarana lainnya yang siap digunakan.

    Dengan adanya forum ini, Pj Sekda Kota Sukabumi berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Barat semakin kuat, sehingga kebijakan pembangunan daerah bisa berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. (Cr5)

  • Jelang Akhir Masa Jabatan, Pj Wali Kota Sukabumi Silaturahmi dengan Pelaku UMKM

    Jelang Akhir Masa Jabatan, Pj Wali Kota Sukabumi Silaturahmi dengan Pelaku UMKM

    SUKABUMIKITA.ID Menjelang akhir masa jabatannya, Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, bersama Pj Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Diana Rahesti, menggelar silaturahmi dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Sukabumi. Acara yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota pada Selasa (11/2/2025) ini menjadi momen perpisahan yang penuh kesan bagi seluruh peserta.

    Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi juga wadah bagi para pelaku UMKM untuk menyampaikan apresiasi atas dukungan yang telah diberikan pemerintah selama ini.

    Apresiasi Pelaku UMKM untuk Pj Wali Kota

    Dalam kesempatan tersebut, perwakilan UMKM, Intan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kusmana dan Diana yang telah berperan besar dalam memajukan sektor UMKM di Kota Sukabumi.

    “Bapak memiliki peran besar dalam membawa UMKM Kota Sukabumi ke tingkat yang lebih tinggi. Dukungan bapak membantu kami bersaing di pasar global, sesuatu yang sebelumnya sulit kami bayangkan,” ungkap Intan.

    Hal serupa disampaikan oleh Sri Puji Rahayu dari Koperasi Unik. Ia berharap meskipun Kusmana dan Diana akan kembali ke Bandung, mereka tetap mengenang dan mendukung UMKM Sukabumi.

    “Kami sangat bersyukur karena bapak dan ibu selalu humble dan merangkul semua pihak. Semoga ke depan, kami tetap bisa melanjutkan apa yang telah kita bangun bersama,” ujarnya.

    Pesan Pj Wali Kota untuk Pelaku UMKM

    Menanggapi apresiasi tersebut, Kusmana Hartadji menegaskan pentingnya kebersamaan dalam membangun UMKM yang lebih kuat. Ia menekankan bahwa pelaku UMKM tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus memiliki wadah yang kokoh seperti koperasi untuk meningkatkan daya saing.

    “UMKM jangan bergerak sendiri. Koperasi harus menjadi solusi dengan mengedepankan semangat gotong royong. Saya berharap Koperasi Unik di Sukabumi bisa dikenal secara nasional dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

    Selain itu, Kusmana juga mengingatkan pentingnya perlindungan tenaga kerja bagi UMKM yang memiliki karyawan.

    “Jangan lupa mendaftarkan karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan agar mereka mendapatkan perlindungan yang layak,” pesannya.

    Ia juga menutup dengan pepatah Sunda, “Datang katingali tarang, undur katingali punduk,” yang berarti setiap perjalanan harus dijalani dengan penuh kesadaran dan penghormatan terhadap apa yang telah dilalui.

    Harapan dari Pj Ketua TP-PKK

    Sementara itu, Diana Rahesti mengungkapkan rasa harunya bisa berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM selama masa jabatannya.

    “Kami bersyukur bisa bertemu dengan bapak, akang, dan teteh semua. Setiap pertemuan pasti akan berakhir dengan perpisahan, tetapi semoga ada kesempatan untuk bertemu kembali,” katanya.

    Ia juga berpesan agar semangat kebersamaan yang telah terbentuk tetap terjaga, siapa pun pemimpin Kota Sukabumi nantinya.

    “Apa yang sudah kita bangun bersama jangan sampai terputus. Tetap jaga komunikasi dan terus berkontribusi untuk kemajuan Sukabumi,” tutupnya.

    Membangun UMKM Sukabumi yang Lebih Berdaya Saing

    Silaturahmi ini menjadi momen berharga bagi para pelaku UMKM untuk menyampaikan apresiasi dan harapan bagi masa depan sektor usaha kecil di Kota Sukabumi. Dengan kolaborasi yang telah terjalin, diharapkan UMKM Sukabumi terus berkembang dan semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (Cr5)

  • Pj Walikota Sukabumi Apresiasi Kinerja Camat dan Lurah, Harapkan Pelayanan Publik Lebih Baik

    Pj Walikota Sukabumi Apresiasi Kinerja Camat dan Lurah, Harapkan Pelayanan Publik Lebih Baik

    SUKABUMIKITA.ID Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, menyampaikan apresiasi kepada para camat dan lurah atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas selama masa kepemimpinannya. Ia juga mengingatkan pentingnya terus meningkatkan kualitas pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat.

    Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Camat dan Lurah se-Kota Sukabumi yang digelar oleh Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kota Sukabumi pada Selasa (11/2/2025). Acara yang berlangsung di salah satu kafe di Kota Sukabumi ini juga dihadiri oleh Pj Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Diana Rahesti.

    Ungkapan Terima Kasih dan Refleksi Perjalanan

    Dalam kesempatan tersebut, Kusmana bersama Diana Rahesti menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh camat dan lurah yang telah bekerja keras dalam membangun daerah.

    Diana Rahesti, yang telah memimpin TP-PKK Kota Sukabumi selama satu tahun lima bulan, mengungkapkan bahwa perjalanan tersebut memberikan banyak pengalaman berharga, terutama dalam bekerja sama dengan para kader PKK.

    “Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Kami harus kembali ke kota kelahiran kami di Bandung. Begitu banyak pelajaran dan kebersamaan yang luar biasa kami dapatkan selama di Sukabumi,” ungkap Diana dengan penuh haru.

    Ia juga mengapresiasi kerja keras para kader PKK yang telah berkontribusi besar dalam berbagai program, serta menyampaikan permohonan maaf jika ada hal yang kurang berkenan selama masa kepemimpinannya.

    “Kami hanya membawa cerita bahagia dan persaudaraan yang luar biasa. Terima kasih atas semua dukungan yang telah diberikan,” tambahnya.

    Apresiasi untuk Kepemimpinan Pj Wali Kota

    Para peserta rakor pun memberikan apresiasi kepada Kusmana Hartadji, yang dinilai membawa perubahan positif dalam sistem pemerintahan di Kota Sukabumi. Di bawah kepemimpinannya, koordinasi dan kerja sama tim berjalan lebih solid, serta penyelesaian berbagai permasalahan di tingkat wilayah dapat dilakukan dengan lebih tenang dan efisien.

    Rakor ini menjadi salah satu momen penutup perjalanan Kusmana sebagai Pj Wali Kota Sukabumi. Meski masa jabatannya segera berakhir, harapan besar tetap disematkan bagi kepemimpinan Kota Sukabumi ke depan agar terus menjaga sinergi dan meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat. (Cr5)

  • Butuh Rp1 Triliun! Rencana Pemindahan Pusat Pemerintahan Sukabumi ke Cibeureum Dibahas

    Butuh Rp1 Triliun! Rencana Pemindahan Pusat Pemerintahan Sukabumi ke Cibeureum Dibahas

    SUKABUMIKITA.ID – Rencana pemindahan pusat pemerintahan Kota Sukabumi ke Kecamatan Cibeureum kembali menjadi sorotan. Proyek yang telah lama diwacanakan ini diperkirakan membutuhkan anggaran besar, berkisar dari ratusan miliar hingga satu triliun rupiah.

    Kabid Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan di Bappeda Kota Sukabumi, Asep Supriadi, menjelaskan bahwa kajian mengenai pemindahan ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

    “Rencana pemindahan pusat pemerintahan sudah menjadi agenda lama. Bahkan dalam RPJMD 2018-2023, wacana ini sudah muncul. Kami sudah menyusun DED (Detail Engineering Design), master plan, dan berbagai kebutuhan lainnya,” ujar Asep, Selasa (11/02/2025).

    Ia menegaskan bahwa pemindahan pusat pemerintahan telah masuk dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.

    “Di dalam RPJPD tersebut, salah satu arah pembangunan Kota Sukabumi adalah menciptakan pusat pertumbuhan baru. Ini penting agar aktivitas kota tidak hanya terpusat di wilayah pusat kota saja,” tambahnya.

    Kabid Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan di Bappeda Kota Sukabumi, Asep Supriadi.

    Asep menjelaskan bahwa pemindahan pusat pemerintahan juga diharapkan dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya. Dengan adanya kantor pemerintahan, aktivitas bisnis dan ekonomi di Kecamatan Cibeureum diprediksi ikut berkembang.

    “Konsepnya tidak hanya membangun pusat pemerintahan saja, tetapi juga pusat ekonomi yang dapat menghidupkan aktivitas di sekitarnya,” terangnya.

    Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa pembangunan pusat pemerintahan ini akan dilakukan dalam empat tahapan, masing-masing dalam periode lima tahun. Tahap pertama (2025-2030): Fokus pada persiapan sarana dan prasarana, seperti pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Tahap kedua (2030-2035): Memulai pembangunan fisik pusat pemerintahan.

    “Seluruh rencana ini sudah tertuang dalam RPJPD 2025-2045 dan nantinya akan disampaikan kepada Wali Kota Sukabumi terpilih. Secara lisan sudah kami sampaikan, tinggal pembahasan lebih lanjut,” jelas Asep.

    Ia berharap pemimpin Kota Sukabumi yang akan datang bisa menjadikan proyek ini sebagai salah satu prioritas dalam RPJMD 2025-2030, meskipun pada tahap awal hanya berupa persiapan infrastruktur.

    “Mudah-mudahan pemindahan pusat pemerintahan ke Cibeureum bisa masuk dalam proyek strategis daerah, sehingga bisa terealisasi secara bertahap sesuai rencana,” tutupnya. (Cr5)

  • Pj Wali Kota Sukabumi Silaturahmi ke Dinas Pendidikan, Apresiasi Kinerja dan Beri Pesan Perpisahan

    Pj Wali Kota Sukabumi Silaturahmi ke Dinas Pendidikan, Apresiasi Kinerja dan Beri Pesan Perpisahan

    SUKABUMIKITA.ID – Menjelang akhir masa jabatannya, Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, bersama Pj Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Diana Rahesti, melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Senin (10/02/2025).

    Kunjungan kali ini, menjadi momen refleksi perjalanan Pj Walikota Sukabumi selama 17 bulan menjabat,  dalam membangun sektor pendidikan dan kebudayaan di Kota Sukabumi.

    Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dewan Pendidikan, kepala sekolah, serta para guru. Dalam suasana penuh kehangatan, Kusmana Hartadji mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi atas dedikasi seluruh tenaga pendidik di Kota Sukabumi.

    Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Winda Punjul Saepul Hayat, menyampaikan rasa bangga atas kunjungan tersebut.

    Ia menuturkan bahwa bimbingan serta arahan yang telah diberikan selama ini menjadi penyemangat bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di sektor pendidikan.

    “Kami merasa bangga dan bersyukur atas kunjungan Bapak dan Ibu. Arahan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami semua. Kami juga mengucapkan terima kasih karena sebentar lagi Bapak dan Ibu akan kembali ke Bandung. Semoga segala ilmu yang diberikan menjadi manfaat bagi kami,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat. Ia mengapresiasi kepemimpinan Kusmana Hartadji yang selama 17 bulan terakhir telah memberikan arahan jelas dalam pelaksanaan berbagai program pendidikan di Kota Sukabumi.

    “Terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan. Meskipun terkadang tegas dalam memberikan arahan, namun itu menjadi pelajaran berharga bagi kami. Kami juga mohon maaf apabila dalam perjalanan ini ada kekurangan. Selama satu tahun lebih ini, dinamika dalam pelaksanaan program pendidikan, terutama dalam PPDB, bisa berjalan lancar berkat arahan Bapak,” ungkap Punjul.

    Pesan dan Harapan untuk Dunia Pendidikan Sukabumi

    Dalam kesempatan tersebut, Kusmana Hartadji menegaskan pentingnya kerja keras, kebijaksanaan, serta mental yang kuat dalam menghadapi setiap tantangan di dunia pendidikan.

    “Saya sangat mengapresiasi kinerja Dinas Pendidikan. Sekecil apa pun usaha yang dilakukan, pasti memiliki arti penting. Dalam menghadapi berbagai tugas, yang utama adalah kebijaksanaan dan mental yang kuat agar tantangan bisa diatasi dengan baik,” tegasnya.

    Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan etika sebagai tenaga pendidik. Mengacu pada arahan Gubernur Jawa Barat terpilih, Kusmana kembali menekankan larangan praktik penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) serta pungutan-pungutan lain di sekolah.

    “Fasilitas pendidikan saat ini sudah cukup memadai. Sekarang, tinggal bagaimana kita sebagai tenaga pendidik bisa memanfaatkannya dengan maksimal. Jaga martabat jabatan yang diemban dan pahami kembali tugas pokok serta fungsi masing-masing,” pesannya.

    Lebih lanjut, Kusmana juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk tetap solid dan mendukung kepemimpinan yang akan datang. Ia berharap ASN di lingkungan pendidikan, tetap menjalankan tugas dengan profesionalisme.

    Dan juga nantinya, diharapkan dapat memberikan masukan yang konstruktif sesuai dengan koridor birokrasi kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang baru nanti.

    “Mohon maaf apabila selama saya bertugas ada hal yang kurang berkenan. Saya dan istri juga akan membawa kenangan indah dari Kota Sukabumi. Silaturahmi ini adalah bentuk apresiasi dan tanda bahwa kebersamaan kita tidak akan hilang,” tambahnya.

    Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi, acara ini ditutup dengan pemberian cinderamata dari Keluarga Besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi kepada Pj Wali Kota dan Pj Ketua TP-PKK sebagai simbol terima kasih atas dedikasi mereka selama bertugas di Kota Sukabumi. (Cr5)

  • FPD Bappeda Kota Sukabumi: Sinkronisasi Program Pusat, Provinsi, dan Daerah

    FPD Bappeda Kota Sukabumi: Sinkronisasi Program Pusat, Provinsi, dan Daerah

    SUKABUMIKITA.ID – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan Kota Sukabumi tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perangkat daerah dan bertujuan untuk mensinergikan berbagai program pembangunan dari tingkat pusat hingga daerah.

    Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji, menegaskan bahwa FGD ini merupakan langkah penting sebelum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota dilaksanakan. Menurutnya, tahapan perencanaan pembangunan telah diawali dengan Musrenbang di tingkat kelurahan dan kecamatan, dimana berbagai prioritas unggulan telah dirumuskan.

    “Ya jadi, yang pertama FPD ini diawali oleh Bappeda. Ini merupakan tahapan dalam perencanaan pembangunan untuk 2026 yang sebelumnya sudah diawali dengan Musrenbang di tingkat kelurahan dan kecamatan. Dari sana, sudah didapat beberapa prioritas unggulan. Dan sekarang ini, sebelum dilakukan Musrenbang tingkat kota, kita melakukan dulu FPD oleh masing-masing perangkat daerah. Alhamdulillah, hari ini yang pertama dilakukan oleh Bappeda Kota Sukabumi,” ujar Kusmana pada Senin (10/02/2025).

    Lebih lanjut, Kusmana menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuat perencanaan pembangunan yang lebih komprehensif saat diterapkan di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Ia juga menyampaikan bahwa target utama dari perencanaan ini adalah menyelaraskan program-program unggulan pemerintah pusat, termasuk Asta Cita, serta program yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    “Target utamanya adalah mensinergikan program-program unggulan pusat seperti Asta Cita, termasuk program dari Provinsi Jawa Barat. Selain itu, kita juga memperhitungkan kebutuhan masyarakat serta pencapaian visi dan misi kepala daerah terpilih yang menjadi prioritas,” jelasnya.

    Kusmana juga menegaskan bahwa janji politik yang dicantumkan dalam visi dan misi Wali Kota terpilih harus diakomodir dalam perencanaan pembangunan tahun 2026. Namun, hal tersebut tetap harus selaras dengan visi dan misi Gubernur Jawa Barat terpilih agar pembangunan di Kota Sukabumi berjalan searah dengan kebijakan yang lebih luas.

    “Janji politik yang dicantumkan dalam visi dan misi wali kota terpilih juga harus diakomodir dan diwujudkan terutama di tahun 2026. Tapi tentu harus disinergikan dengan visi dan misi Gubernur Jawa Barat terpilih,” tandasnya. (Cr5)

  • Keuangan Daerah Kota Sukabumi Terdampak Refocusing, Ini Penjelasan Bappeda

    Keuangan Daerah Kota Sukabumi Terdampak Refocusing, Ini Penjelasan Bappeda

    SUKABUMIKITA.ID – Pemerintah Kota Sukabumi tengah menghadapi dampak kebijakan refocusing anggaran yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Barat. Salah satu imbasnya adalah pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU), yang berpengaruh pada struktur keuangan daerah.

    Kabid Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan di Bappeda Kota Sukabumi, Asep Supriadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima koreksi terkait Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

    “Terkait kebijakan refocusing anggaran yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pasti akan berdampak juga terhadap anggaran di Pemerintah Kota Sukabumi. Hari ini, kita sudah menerima koreksi TKDD. Ada salah satu DAU yang awalnya sekian milyar rupiah, dan saat ini menjadi nol. Itu baru dana yang berasal dari pusat, belum lagi kebijakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” jelas Asep, Senin (10/02/2025).

    Menurutnya, pihaknya masih melakukan pembahasan internal bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menentukan langkah strategis ke depan.

    “Hari ini saya belum bisa berbicara banyak, karena kita sedang melakukan pembahasan di TAPD dan sudah ada diskusi-diskusi secara internal. Mungkin dalam satu atau dua hari ini akan ada edaran dari Pak Sekda Kota Sukabumi,” ungkapnya.

    Kabid Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan di Bappeda Kota Sukabumi, Asep Supriadi.

    Meski besaran total anggaran yang akan di refocusing masih dalam proses perhitungan, Asep mengkonfirmasi adanya pengurangan DAU lebih dari Rp7 miliar. Selain itu, ada kebijakan pengurangan pada beberapa jenis belanja daerah, seperti perjalanan dinas dan alat tulis kantor.

    “SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) akan dikurangi 50 persen, ATK (Alat Tulis Kantor) dan berbagai pengeluaran lainnya juga akan mengalami penyesuaian. Ini yang saat ini sedang kita rumuskan,” katanya.

    Asep menjelaskan bahwa kebijakan refocusing ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang menjadi panduan utama bagi pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam menyesuaikan anggaran.

    “Inpres itu adalah guidance (panduan) utama. Setelah itu, terbit keputusan yang mengatur pengurangan anggaran kementerian-kementerian, lalu provinsi melakukan hal yang sama. Nah, hari ini giliran kota dan kabupaten. Acuan dari pusatnya sudah ada, walaupun secara detail belum sepenuhnya jelas, tetapi secara makro sudah ditetapkan,” tutupnya. (Cr5)

  • Pj Wali Kota: Pemindahan Pusat Pemerintahan Sukabumi Tunggu Efisiensi Anggaran

    Pj Wali Kota: Pemindahan Pusat Pemerintahan Sukabumi Tunggu Efisiensi Anggaran

    SUKABUMIKITA.ID – Rencana pemindahan pusat pemerintahan Kota Sukabumi dari Kecamatan Cikole ke Kecamatan Cibeureum kembali menjadi perbincangan hangat. Wacana ini sebenarnya telah lama muncul dan bahkan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2005-2025. Namun, hingga kini, realisasinya masih tertunda.

    Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, menyatakan bahwa prioritas pemerintah saat ini adalah pengentasan kemiskinan, pengurangan angka pengangguran, peningkatan rasio Gini, dan peningkatan pendapatan daerah.

    “Kita tinggal melihat alokasi 1-2 tahun ke depan. Karena sebagaimana yang kita ketahui, ada arahan-arahan Pemerintah Pusat untuk mengefisiensikan anggaran. Jadi tinggal kita lihat mana saja yang menjadi prioritasnya,” jelas Kusmana, Senin (10/02/2025).

    Ia menambahkan, “Mudah-mudahan di dua tahun ke depan ini, hal-hal yang menjadi betul-betul kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” singkatnya.

    Kusmana juga berharap bahwa dalam 2-3 tahun mendatang, pemindahan pusat pemerintahan dapat menjadi prioritas. Namun, ia menekankan pentingnya efisiensi anggaran sesuai arahan pemerintah pusat.

    Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, mengungkapkan bahwa rencana pemindahan tersebut telah dimasukkan dalam RPJPD 2025-2045.

    Namun, saat ini pihaknya masih fokus menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030, yang merupakan penjabaran dari visi dan misi wali kota terpilih.

    “Penyusunan RPJMD 2025-2030 itu akan mulai dilaksanakan sejak tanggal pelantikan dan maksimal harus selesai enam bulan,” jelas Asep.

    Asep menambahkan, terkait rencana pemindahan pusat pemerintahan, pihaknya akan melihat apakah akan dimasukkan secara spesifik dalam RPJMD.

    “Terkait anggaran, kita akan sesuaikan dengan visi dan misi kepala daerah terpilih nantinya. Kita akan lihat nanti, berapa yang akan dialokasikan untuk perencanaan kegiatan itu,” tegasnya. (Cr5)

  • Harga Gas Melon Masih Melejit di Sukabumi, Warga Pilih Praktis Meski Lebih Mahal

    Harga Gas Melon Masih Melejit di Sukabumi, Warga Pilih Praktis Meski Lebih Mahal

    SUKABUMIKITA.ID – Masyarakat Kota Sukabumi kini merasa lebih lega setelah Presiden Prabowo Subianto mencabut larangan penjualan gas LPG 3 kg bersubsidi di tingkat pengecer. Kini, warga tak perlu lagi repot mencari gas melon ke pangkalan resmi yang ditunjuk PT Pertamina. Namun, di balik kemudahan tersebut, persoalan harga jual yang belum merata sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) masih menjadi keluhan di berbagai daerah, termasuk Sukabumi.

    Di Kota Sukabumi, misalnya, harga gas LPG 3 kg masih jauh dari HET yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 19.000 per tabung. Sejumlah warga mengaku masih membeli gas bersubsidi di pengecer dengan harga mencapai Rp 23.000 per tabung.

    “Alhamdulillah sekarang enggak susah cari gas melon. Tapi harganya masih sama seperti sebelumnya. Saya tadi baru beli Rp 23.000 per tabung,” ujar Eman Setiawan, warga Kecamatan Cikole, saat ditemui pada Minggu (09/02/2025).

    Meski demikian, Eman mengaku lebih memilih membeli di pengecer terdekat meski harganya lebih mahal dibandingkan dengan pangkalan resmi. Ia menilai, selisih harga beberapa ribu rupiah masih lebih murah dibandingkan biaya transportasi jika harus pergi ke pangkalan yang lokasinya jauh.

    “Daripada harus jauh-jauh ke pangkalan terus antre panjang, mending beli di sini. Paling beda seribu atau dua ribu, tapi lebih praktis,” tambahnya.

    Polemik Harga dan Distribusi Gas Melon

    Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sempat melarang pengecer menjual gas bersubsidi. Kebijakan tersebut menuai pro dan kontra, mengingat tidak semua daerah memiliki pangkalan resmi yang merata. Banyak warga akhirnya mengeluhkan akses yang sulit untuk mendapatkan gas bersubsidi.

    Menanggapi hal ini, Ketua DPC Hiswana Migas Sukabumi menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah bertujuan untuk memastikan harga gas bersubsidi tetap stabil dan tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

    “Tidak ada niatan pemerintah untuk mempersulit masyarakat dalam mendapatkan gas bersubsidi. Sekarang juga, pemerintah telah membuka pendaftaran bagi para pengecer yang ingin menjadi pangkalan resmi. Syarat-syaratnya juga dipermudah. Silakan datangi Pertamina atau Hiswana Migas Sukabumi untuk informasi lebih lanjut,” jelasnya.

    Hingga kini, evaluasi terhadap distribusi gas LPG 3 kg terus dilakukan oleh pemerintah dan Pertamina. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan harga yang lebih merata dan memastikan gas bersubsidi benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak menerimanya. (Cr5)

  • Inovasi Pelayanan: Kantor Pertanahan Kota Sukabumi Hadirkan Layanan Akhir Pekan “Pelataran”

    Inovasi Pelayanan: Kantor Pertanahan Kota Sukabumi Hadirkan Layanan Akhir Pekan “Pelataran”

    SUKABUMIKITA.ID – Kantor Pertanahan Kota Sukabumi terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satu terobosan terbaru yang diluncurkan adalah program Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan (Pelataran), yang memungkinkan warga mengurus keperluan pertanahan pada hari Sabtu.

    Program ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu di hari kerja, sehingga tetap dapat mengakses layanan pertanahan tanpa mengganggu aktivitas pekerjaan mereka.

    “Pelayanan Pelataran buka setiap hari Sabtu mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Ini bertujuan agar masyarakat yang sibuk di hari kerja tetap dapat mengurus dokumen pertanahan tanpa harus mengambil cuti,” ujar salah satu petugas Kantor Pertanahan Kota Sukabumi.

    Dampak Positif Bagi Masyarakat

    Program Pelataran mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satunya adalah Astia Mutiara, yang merasa sangat terbantu dengan adanya layanan ini.

    “Hari biasa saya bekerja, jadi baru bisa mengurus keperluan pertanahan di hari Sabtu. Dengan adanya Pelataran, saya tidak perlu bolos kerja atau izin untuk datang ke kantor pertanahan,” ungkap Astia, Sabtu (08/02/2025).

    Tak hanya bagi pekerja, layanan ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di luar Kota Sukabumi. Mereka kini memiliki fleksibilitas lebih dalam mengurus berbagai keperluan pertanahan tanpa harus terburu-buru datang di hari kerja.

    Mengurangi Antrean, Meningkatkan Efisiensi

    Selain mempermudah akses bagi masyarakat, Pelataran juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan antrean di hari kerja reguler. Dengan adanya tambahan waktu pelayanan di akhir pekan, proses administrasi pertanahan bisa berjalan lebih lancar dan cepat.

    “Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang cepat dan efisien. Dengan Pelataran, warga tidak perlu khawatir kehabisan waktu untuk mengurus dokumen pertanahan mereka,” tambah petugas tersebut.

    Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan Pelataran

    Kantor Pertanahan Kota Sukabumi mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan Pelataran ini sebaik-baiknya. Dengan adanya tambahan waktu pelayanan di akhir pekan, diharapkan kebutuhan administrasi pertanahan bisa terpenuhi dengan lebih mudah dan tanpa hambatan waktu kerja.

    Inovasi ini menjadi bukti nyata komitmen Kantor Pertanahan Kota Sukabumi dalam memberikan layanan prima dan mendukung kemudahan akses bagi seluruh warga. (Cr5)