{"id":38711,"date":"2026-02-02T07:00:36","date_gmt":"2026-02-02T00:00:36","guid":{"rendered":"https:\/\/sukabumikita.id\/?p=38711"},"modified":"2026-02-02T07:00:36","modified_gmt":"2026-02-02T00:00:36","slug":"disorot-soal-kinerja-2025-ayep-zaki-tantang-pengkritik-ikut-bangun-sukabumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/id.sukabumikita.id\/?p=38711","title":{"rendered":"Disorot soal Kinerja 2025, Ayep Zaki Tantang Pengkritik Ikut Bangun Sukabumi"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"794\" data-end=\"1182\"><span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/id.sukabumikita.id\/\"><strong data-start=\"794\" data-end=\"806\">id.sukabumikita.id\/<\/strong><\/a><\/span> \u2013 Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, merespons tegas kritik yang dialamatkan kepada pemberitaan capaian kinerja Pemerintah Kota Sukabumi sepanjang tahun 2025. Kepala daerah itu menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah seharusnya dibarengi dengan solusi konkret dan kontribusi nyata, bukan sekadar komentar tanpa arah yang justru berpotensi melemahkan semangat pembangunan.<\/p>\n<p data-start=\"1184\" data-end=\"1470\">Pernyataan tersebut disampaikan Ayep Zaki saat memberikan keterangan kepada awak media beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, ia secara terbuka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berhenti berkutat pada polemik masa lalu dan mulai memikirkan arah pembangunan Kota Sukabumi ke depan.<\/p>\n<p data-start=\"1474\" data-end=\"1626\">\u201cSaya tidak bisa lagi komentar. Tinggal sekarang kalau mau komentar, bagaimana 2026. Pencapaian ke depan seperti apa,\u201d ujar Ayep Zaki dengan nada tegas.<\/p>\n<p data-start=\"1628\" data-end=\"1927\">Menurut Ayep, menilai capaian kinerja pemerintah daerah tidak bisa dilakukan secara parsial atau semata-mata diarahkan kepada kepala daerah. Ia menegaskan bahwa berbagai prestasi yang diraih Kota Sukabumi, termasuk di tingkat nasional dan internasional, merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor.<\/p>\n<p data-start=\"1929\" data-end=\"2144\">Ia mencontohkan, capaian prestasi yang dicatatkan pemerintah daerah tidak hanya berasal dari kinerja birokrasi semata, melainkan juga kontribusi dari sektor seni budaya, olahraga, serta partisipasi aktif masyarakat.<\/p>\n<p data-start=\"2148\" data-end=\"2412\">\u201cTerutama capaian-capaian prestasi di tingkat nasional. Itu kan juga di dalamnya dimasukkan hasil kegiatan seni budaya dan olahraga. Artinya, ini kerja birokrasi bersama DPRD, bersama partai politik, Forkopimda, tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p data-start=\"2148\" data-end=\"2412\"><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Baca Juga:<\/span>\u00a0<a href=\"https:\/\/id.sukabumikita.id\/kejar-kemandirian-fiskal-ayep-zaki-dorong-pad-sukabumi-tembus-rp650-miliar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kejar Kemandirian Fiskal, Ayep Zaki Dorong PAD Sukabumi Tembus Rp650 Miliar<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-start=\"2414\" data-end=\"2689\">Ayep menekankan bahwa pembangunan Kota Sukabumi merupakan hasil kumulatif dari kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, ia meminta agar setiap elemen ikut menjaga dan mendukung capaian yang telah diraih, alih-alih melontarkan kritik yang tidak disertai solusi konstruktif.<\/p>\n<p data-start=\"2693\" data-end=\"2780\">\u201cItu adalah keberhasilan bersama-sama yang harus didukung bersama-sama juga,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p data-start=\"2782\" data-end=\"3115\">Lebih jauh, Ayep mengajak seluruh pihak untuk mulai memikirkan agenda pembangunan jangka menengah dan panjang, khususnya menghadapi tahun 2026, 2027, dan seterusnya. Ia menyebut, tantangan ke depan menuntut kesiapan gagasan, keberanian bekerja, serta komitmen bersama untuk membawa Sukabumi kembali ke posisi strategis di Jawa Barat.<\/p>\n<p data-start=\"3117\" data-end=\"3234\">Bahkan, Ayep mengingatkan kembali sejarah Kota Sukabumi yang pernah mencatatkan prestasi membanggakan pada masa lalu.<\/p>\n<p data-start=\"3238\" data-end=\"3354\">\u201cIngat, tahun 1914 dulu, Sukabumi ini kota nomor empat terbaik di Jawa Barat. Dan kita harus kembali lagi,\u201d katanya.<\/p>\n<p data-start=\"3238\" data-end=\"3354\"><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/id.sukabumikita.id\/ayep-zaki-serahkan-bantuan-program-12-pas-perdana-2026-di-kecamatan-cikole\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ayep Zaki Serahkan Bantuan Program 12 PAS Perdana 2026 di Kecamatan Cikole<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<p data-start=\"3356\" data-end=\"3538\">Tak berhenti di situ, Ayep Zaki juga secara terbuka menantang pihak-pihak yang selama ini vokal mengkritik pemerintahannya untuk ikut terlibat langsung dalam kerja-kerja pembangunan.<\/p>\n<p data-start=\"3542\" data-end=\"3685\">\u201cJadi Sukabumi harus menjadi kota nomor empat minimal, atau nomor satu. Seperti itu. Bapak bisa kerja nggak? Jangan omon-omon saja!\u201d tandasnya.<\/p>\n<p data-start=\"3687\" data-end=\"4037\">Pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan publik dan memantik beragam respons. Sikap Ayep Zaki dinilai mencerminkan keinginannya agar kritik terhadap pemerintah daerah tidak berhenti pada wacana, melainkan berkembang menjadi partisipasi aktif demi mewujudkan Kota Sukabumi yang lebih kompetitif, berprestasi, dan berdaya saing di masa depan. <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>(Cr5)<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>id.sukabumikita.id\/ \u2013 Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, merespons tegas kritik yang dialamatkan kepada pemberitaan capaian kinerja Pemerintah Kota Sukabumi sepanjang tahun 2025. Kepala daerah itu menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah seharusnya dibarengi dengan solusi konkret dan kontribusi nyata, bukan sekadar komentar tanpa arah yang justru berpotensi melemahkan semangat pembangunan. Pernyataan tersebut disampaikan Ayep Zaki saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38437,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-38711","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemerintahan"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/id.sukabumikita.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38711","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/id.sukabumikita.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/id.sukabumikita.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/id.sukabumikita.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/id.sukabumikita.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38711"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/id.sukabumikita.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38711\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/id.sukabumikita.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/38437"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/id.sukabumikita.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/id.sukabumikita.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/id.sukabumikita.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}